<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319</id><updated>2009-10-26T23:12:06.975+07:00</updated><title type='text'>SAWIT SUMATERA</title><subtitle type='html'>Blog ini dibuat untuk menampung segala informasi perkelapasawitan region Sumatera dan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap advokasi kelapa sawit di indonesia khususnya Sumatera</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>236</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-696001799637424293</id><published>2009-08-26T15:30:00.001+07:00</published><updated>2009-08-26T15:30:52.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Karet Turun, Harga TBS Sawit Riau Tertinggi di Sumatera</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selasa, 25 Agustus 2009 16:54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua komoditas perkebunan Riau mengalami beda nasib dalam masalah harga pekan ini. Jika getah karet turun tipis, maka harga TBS sawit di Riau naik dan menjadi yang tertinggi di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU- Trand positif dua komoditas perkebunan unggulan di Riau hanya berlanjut untuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sementara harga getah turun tipis. Berdasarkan informasi Gabupagan Pengusaha Karet Indonesia (Gapki) Riau, harga getah karet pekan ini turun menjadi Rp 14.500 perkilogram, dari semula Rp 14.750 perkilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk TBS sawit pekan ini sebenarnya hanya mengalami kenaikan tipis, yakni berkisar Rp 15,22 perkilogra, meski demikian, kenaikan tersebut menempatkan harga TBS sawit di Riau menjadi yang tertinggi di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik. Meskipun tipis, namun menjadikan harga TBS kita tertinggi di Sumatera," ujar Kasubdin Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau Fery CH Putra kepada riauterkini usai memimpin rapat penetapan harga TBS kelapa sawit di kantornya, Selasa (25/8/09). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk TBS dari tanaman dengan usia dibawah 10 tahun, harganya sebagai berikut: usia 3 tahun Rp 1.007,15 perkilogram, usia 4 tahun Rp 1.126,06 perkilogram, usia 5 tahun Rp 1.205,54 perkilogram, usia 6 tahun Rp 1.239,76 perkilogram, usia 7 tahun Rp 1.287,45 perkilogram, usia 8 tahun Rp 1.327,50 perkilogram dan usia 9 tahun Rp 1.369,35 perkilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga TBS kelapa sawit di Riau tak lepas dari membaiknya harga CPO di pasar dunia yang berkisar Rp 6.757,03 perkilogram dan kernel pada kisaran Rp 2.790,51 perkilogram.***(mad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-696001799637424293?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/696001799637424293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/08/karet-turun-harga-tbs-sawit-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/696001799637424293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/696001799637424293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/08/karet-turun-harga-tbs-sawit-riau.html' title='Karet Turun, Harga TBS Sawit Riau Tertinggi di Sumatera'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-491816314165996634</id><published>2009-08-26T15:25:00.001+07:00</published><updated>2009-08-26T15:32:10.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Ratusan Ribu Hektar Kebun Sawit di Riau Tanpa HGU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rabu, 26 Agustus 2009 13:30&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keberadaan 1.7 juta hektar kebun kelapa sawit di Riau tak sekedar mendatang keunggulan daerah, tapi juga masalah, karena ratusan ribu hektar di antaranya tanpa HGU.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Dinas Perkebunan Riau Muhammad Yafiz mengungkapkan banyaknya perusahaan perkebunan kelapa sait di Provinsi Riau yang membuka kebun melebihi izin Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki. Kondisi tersebut sangat merugikan daerah. Baik dari aspek penerimaan, maupun aspek tanah sebagai aset daerah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Sangat banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang membuka kebun melebihi HGU yang dimilikinya. Inilah yang kita sedang rancang penertibannya,” ujar Yafiz saat berbincang dengan riauterkini di kantor Gubernur Riau, Rabu (26/8/09). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dipaparkan Yafiz, dari sekitar 225 perusahaan perkebunan yang mengantongi HGU, diperkirakannya sektiar 60 persen membuka kebun melebihi luas HGU. Dari total luas kebun kelapa sawit di Riau 1.7 juta hektar, diperkirakan sekitar 20 persennya ditanam di lahan yang berada di luar areal HGU. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai contoh Yafis menyebut PTPN V dengan kebun seluas 2.800 hektar di Sinamanenek, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. “Kebun itu terbukti ditanam di luar HGU dan sekarang bersengketa dengan masyarakat. Meskipun BPN (Badan Pertanahan Nasional.red) dan Menteri BUMN menyatakan kebun tersebut ilegal, namun sampai saat ini belum jelas penyelesaiannya sampai sekarang,” keluhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dijelaskan Yafiz, pihaknya saat ini tengah merancang penertiban kelapa sawit yang ditanam di luar HGU, hanya saja regulasi menjadi hambatan paling besar. Pasalnya, Dinas Perkebunan bukan merupaka intansi terkait dalam proses perizinan pembukaan perkebunan. “Izinnya lewat BPN dan langsung ke Jakarta setelah dari kabupaten. Jadi tidak melalui kita. Kita hanya menerima laporan data,” tu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;turnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meski demikian, lanjut Yafiz, pihanya telah memulai dengan langkah presuasif. “Secara bertahap kita sudah mulai memanggil perusahaan-perusahaan bersangkutan untuk kita cek kebenaran datanya. Selanjutnya pada 2010 mendatang kita akan usulan program penertibannya,” demikian penjelasan Yafiz.***(mad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=25700&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-491816314165996634?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/491816314165996634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/08/ratusan-ribu-hektar-kebun-sawit-di-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/491816314165996634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/491816314165996634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/08/ratusan-ribu-hektar-kebun-sawit-di-riau.html' title='Ratusan Ribu Hektar Kebun Sawit di Riau Tanpa HGU'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-1088898162404258271</id><published>2009-07-29T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T10:16:34.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Muncul Gagasan Ranperda Pajak Kelapa Sawit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rabu, 29 Juli 2009 08:46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi kebun kelapa sawit Riau terbesar di Indonesia, namun potensi itu tak memberikan kontribusi bagi penerimaan daerah. Karena itu muncul gagasan Ranperda pajak kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU-Besarnya potensi kebun sawit di Provinsi Riau, hingga kini belum memberikan kontribusi sebagai pemasukan asli daerah. DPRD Riau dalam hal ini Komisi B, merancang Ranperda terhadap pajak hasil perkebunan Sawit, dalam hal ini untuk ekspor. Komisi B melihat potensi pajak ekspor dibidang perkebunan ini sudah dilakukan oleh Provinsi Sulawesi Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikemukakan Anggota Komisi B DPRD Riau, Syamsul Hidayah Kahar kepada wartawan, kemarin. Pajak ekspor akunya memang terganjal oleh undang-undang dimana daerah tidak boleh memungut pajak ekspor. Namun peluang itu tetap ada sebagai pemasukan daerah yaitu retribusi sertifikasi kualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Di Sulsel, celah seperti ini dilakukan mereka sehingga tidak melanggar undang-undang yang berlaku. Mereka bangun laboratorium sertifikasi, lalu setiap ekspor Kakao harus lulus laboratorium sertifikasi kualitas yang ditarik retribusinya. Hanya Rp40 per kilogram dikenakan, namun hasilnya menyumbang PAD sampai Rp80 miliar,’’ terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi ini akan sangat besar di Riau lanjut Syamsul mengingat selama ini CPO yang dieskpor, daerah tidak mendapatkan apa-apa. Nantinya setelah Ranperda disahkan, akan dibangun laboratorium uji sertifikasi kualitas yang dikenakan retribusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Berapa banyak CPO yang diekspor dari Riau dan bila dikenakan retribusi tersebut, bisa menyumbang pendapatan yang cukup besar bagi Riau. Tapi kita harus mengeluarkan modal membangun laboratorium sertifikasi. Kita sedang siapkan Ranperdanya setelah studi banding ke Sulawesi Selatan pekan lalu,’’ tuturnya.***RPO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://www.riauterkini.com/politik.php?arr=25337&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-1088898162404258271?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/1088898162404258271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/07/muncul-gagasan-ranperda-pajak-kelapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/1088898162404258271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/1088898162404258271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/07/muncul-gagasan-ranperda-pajak-kelapa.html' title='Muncul Gagasan Ranperda Pajak Kelapa Sawit'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-7121955740893383523</id><published>2009-06-16T10:32:00.000+07:00</published><updated>2009-06-16T10:34:33.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Antara - Pekanbaru'/><title type='text'>Disbun Riau Usulkan Pabrik Biodiesel Dikelola Swasta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;FB Rian Anggoro, 9 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau mengusulkan agar pabrik biodiesel di Kabupaten Rokan Hulu dikelola pihak swasta, sebagai solusi untuk keberlanjutan pabrik yang hingga kini belum beroperasi meski sudah diresmikan pada Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Ada baiknya pabrik biodesel di Rokan Hulu dikelola perusahaan swasta karena akan mubazir kalau terlalu lama tidak beroperasi," kata Kasubdin Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Ernaputra kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pabrik biodiesel di Rokan Hulu merupakan satu-satunya di kabupaten/kota di Riau, yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Lokasi pabrik berada di lahan seluas 4,5 hektare di Desa Tali Kumain, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pabrik tersebut kini dikelola oleh Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya, dan memiliki kapasitas produksi 30 ton per hari untuk memproduksi BBM jenis solar dari hasil pengelolaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Menurut Ferry pengelolaan pabrik biodesel oleh pihak swasta dapat mengatasi masalah biaya operasional yang tinggi dan kekurangan tenaga ahli yang hingga kini belum bisa diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Pengelolaan pabrik bisa diserahkan ke swasta dan menggunakan sistem bagi hasil dengan pemerintah daerah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Direktur Utama Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya July Syam mengatakan pengolahan bahan bakar nabati belum bisa dilakukan karena pihaknya takut merugi mengingat nilai ekonomis biodiesel masih terlalu tinggi ketimbang harga solar dari olahan minyak bumi untuk dilempar ke pasar lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ia mengaku BUMD itu juga tidak mau mengambil risiko kerugian dari pengoperasian pabrik di tengah harga CPO yang masih fluktuatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Pabrik ini sulit untuk beroperasi tanpa subsidi yang lebih besar dari pemerintah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu daerah sentra sawit terbesar di Riau. Diperkirakan luasan perkebunan kelapa sawit di daerah itu mencapai sekitar 500 ribu hektare dengan 42 persen lahan dikelola perusahaan dan sisanya dikelola oleh rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-7121955740893383523?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/7121955740893383523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/06/disbun-riau-usulkan-pabrik-biodiesel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/7121955740893383523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/7121955740893383523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/06/disbun-riau-usulkan-pabrik-biodiesel.html' title='Disbun Riau Usulkan Pabrik Biodiesel Dikelola Swasta'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-2616423935280634357</id><published>2009-06-08T21:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T21:30:53.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Antara - Pekanbaru'/><title type='text'>Pabrik Biodiesel di Riau Mangkrak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;FB Rian Anggoro, 7 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pekanbaru, (ANTARA) - Pabrik biodiesel yang dikelola Perusahaan Daerah (Perusda), Rokan Hulu Jaya, di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, hingga kini masih mangkrak karena belum beroperasi meski sudah diresmikan sejak Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Direktur Utama Perusda Rokan Hulu Jaya, July Syam, kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu, mengatakan, pengolahan bahan bakar nabati belum bisa dilakukan karena pihaknya takut merugi. Sebabnya, lanjut July, nilai ekonomis biodiesel masih terlalu tinggi untuk dilempar ke pasar lokal tanpa bantuan subsidi dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         "Pabrik dengan kapasitas produksi 30 ton per hari sudah ada, tapi belum beroperasi. Kalau pun dipaksakan dan dijual hasilnya, tidak akan tertutup dengan biaya produksi yang dikeluarkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menurut July Syam, pabrik yang berlokasi di lahan seluas 4,5 hektare di Desa Tali Kumain Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu, itu bisa memproduksi BBM nabati jenis solar dari hasil pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Pihaknya mengaku tidak mau mengambil resiko kerugian dari pengoperasian pabrik di tengah harga CPO yang masih fluktuatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Perlu ada subsidi dari pemerintah untuk pengembangan industri biodiesel, kabarnya subsidi dari pemerintah sangat kecil," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ia menambahkan, sejauh ini, pabrik itu hanya mengoperasikan pengolahan tandan buah sawit milik petani setempat menjadi CPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Pengolahan CPO dari petani setempat jumlahnya juga masih sedikit," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pabrik biodiesel ini merupakan satu-satunya yang beroperasi di kabupaten/kota di RIau, yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, selain dari pihak swasta. Berdirinya pabrik biodisel ini sesuai dengan Permendagri dan ESDM Nomor 32/2008 tentang pemanfatan bahan bakar untuk industri harus menggunakan 10 persen biodisel dan 90 persen solar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Anggaran pendirian pabrik tersebut dilakukan sharing budget antara APBN dan APBD Rohul tahun 2007. Untuk sarana pendukung seperti listrik, dan pembebasan lahan seluas 4,5 hektare dari APBD Rokan Hulu. Sedangkan, biaya produksi untuk mengasilkan biodisel diperkirakan mencapai Rp2.500 per satu liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sebelumnya, Bupati Rokan Hulu, Achmad, mengharapkan, keberadaan pabrik tersebut merupakan solusi karena anjloknya harga jual sawit petani nonplasma. Untuk bahan baku CPO, Rokan Hulu merupakan salah satu daerah sentra sawit terbesar di Riau. Diperkirakan, luasan perkebunan kelapa sawit di daerah itu mencapai sekitar 500 ribu hektare dengan sepertiga diantara merupakan sawit rakyat nonplasma.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;http://www.antara-riau.com/home/berita_detail.php?bid=595&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-2616423935280634357?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/2616423935280634357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/06/pabrik-biodiesel-di-riau-mangkrak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/2616423935280634357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/2616423935280634357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/06/pabrik-biodiesel-di-riau-mangkrak.html' title='Pabrik Biodiesel di Riau Mangkrak'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-5695524852047673940</id><published>2009-05-25T21:08:00.000+07:00</published><updated>2009-05-25T21:10:01.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Tentang Kebun sawit K2I  Disbun Tengah Ajukan Perbaikan Perda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Senin, 25 Mei 2009 14:10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar bagus tentang Kebun Sawit K2I yang ‘di idam-idamkan’ oleh rakyat kecil. Karena saat ini Disbun tengah mengajukan perbaikan perda guna kembali menggarap program tersebut lebih intens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU- Tentang kelanjutan program kebun sawit K2I, Kadisbun Riau, M Yafis kepada Riauterkini Senin (25/5/09) mengatakan bahwa Disbun Riau akan menggarap program tersebut secara optimal. Jika berhasil, program tersebut dinilai akan dapat mensejahterakan masyarakat miskin di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kini kami tengah mengajukan berbagai perbaikan-perbaikan terhadap peraturan daerah (Perda) tentang program kebun K2I yang ada. Perbaikan meliputi tahun pembangunan dan lama pembangunan. Karena pada perda sebelumnya yang digabung dengan perda Dinas PU memiliki masa pembangunan yang berbeda. Jika PU hanya sampai 2008, maka kebun K2I sampai 2010,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung mengenai jumlah lahan yang akan dibangun perkebunan sawit, Yafis mengatakan bahwa saat ini sudah dilakukan inventarisir lahan perkebunan untuk program K2I. Jumlah lahan yang tersedia baru 1.700 hektar dari jumlah total seluas 10 ribu hektar yang ditargetkan selama 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, pengajuan tersebut sudah diserahkan kepada Biro hukum Pemprov Riau yang selanjutnya akan diserahkan kepada DPRD Riau untuk dibahas mengenai ketentuan hukum yang menjadi dasarnya. “Kita berharap akan dapat segera selesai dibahas agar dapat segera dialikasikan di lapangan,” katanya. ***(H-we)&lt;br /&gt;http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=24401&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-5695524852047673940?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/5695524852047673940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/tentang-kebun-sawit-k2i-disbun-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/5695524852047673940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/5695524852047673940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/tentang-kebun-sawit-k2i-disbun-tengah.html' title='Tentang Kebun sawit K2I  Disbun Tengah Ajukan Perbaikan Perda'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-8908936758346700209</id><published>2009-05-25T20:53:00.001+07:00</published><updated>2009-05-25T21:06:20.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Dampak Pembabatan Hutan,  Greenpeace Tuding SM Berhutang Rp 48,5 Triliun Setahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Senin, 25 Mei 2009 17:15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Sinar Mas Group dituding berhutan untuk perubahan iklim sebesar Rp 48,5 triliun setahun. Hal itu dampak dari pembabatan hutan di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-JAKARTA-Greenpeace hari ini meluncurkan laporan penelitian yang mengestimasi bahwa kegiatan perusakan lahan gambut oleh Sinar Mas Grup di Sumatera saja, melepaskan hingga 113 juta ton karbon dioksida, atau sama dengan total emisi CO2 Belgia pada 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahun, Perusahaan itu berhutang 3,4 miliar Euro atau 48,5 triliun Rupiah, jika mengacu pada rata-rata harga 30 Euro per ton karbon (berdasarkan perhitungan Kyoto Phase II oleh lembaga riset pasar karbon terkemuka). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan Greenpeace, jika tidak ada tindakan segera, Konsesi Minyak Kelapa Sawit dan Kertas Sinar Mas Grup pada lahan gambut di Riau akan melepaskan emisi karbon dioksida sampai 2,26 miliar ton, setara dengan hutang perubahan iklim global hingga 97,4 triliun Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Provinsi Riau, Sinar Mas menguasai lebih dari 780.000 hektar perkebunan minyak kelapa sawit dan kertas. The World Wide Fund for Nature (WWF) memperkirakan sejak 2001, 450.000 hektar hutan atau setara dengan luas pulau Lombok, telah dirusak oleh perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) milik Sinar Mas Grup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan analisa peta satelit, 52% perkebunan milik Sinar Mas Grup berada di lahan gambut. Berada di bawah hutan tropis, lahan gambut ini mengandung sekitar 35 miliar ton karbon. Penebangan hutan dan pembakaran hutan gambut ini melepaskan emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang sangat banyak, merupakan bom waktu bagi persoalan perubahan iklim," ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Riau, kegiatan penebangan dan pembakaran hutan serta ekspansi perkebunan minyak kelapa sawit Sinar Mas Grup juga menjadi ancaman serius bagi hutan dan masyarakat adat di Provinsi Lereh, Papua. Kegiatan Grup ini juga mengancam ekosistem di Taman Nasional Danau Sentarum Kalimantan Barat, yang masuk daftar Convention on Wetlands of International Importance (RAMSAR). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang lebih mengkhawatirkan adalah rencana ekspansi Sinar Mas," imbuh Bustar "Kepada publik perusahaan ini telah menyatakan akan melakukan ekspansi hingga 1,3 juta hektar di Papua dan Kalimantan untuk perkebunan minyak kelapa sawit baru. Tetapi yang publik tidak ketahui adalah Sinar Mas telah berencana membangun 2,8 miliar hektar perkebunan sawit di Papua, yang menurut temuan Greenpeace lebih dari dua kali lipat kepemilikan tanah Sinar Mas saat ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perubahan iklim telah menjadi ancaman terbesar masa depan bumi. Jika kita tidak menghentikan penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab ini, maka kemajuan yang dicapai dalam perang mengatasi perubahan iklim menjadi kurang berarti. China, sebagai salah satu negara yang paling terkena dampak perubahan iklim, juga akan ikut menderita. Greenpeace menuntut Sinar Mas Grup untuk segera menghentikan kejahatan iklim mereka yakni merusak lahan gambut dan hutan untuk perkebunan minyak kelapa sawit mereka," Liu Shangwen, Jurukampanye Hutan Greenpeace China, menyimpulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan, analisa berdasarkan beberapa set data. Batas Konsesi Minyak Kelapa Sawit berdasarkan FWI (2006; peatland distribution maps based on Wahyunto et al (2006); Data Konsesi Hutan Pulp APP and APRIL yang didapat Greenpeace. Annual emissions for palm oil development on peatland (170t CO2e/ha) and for pulpwood development on peatland (280t CO2e/ha) are based on figures provided by Rieley et al (2008).Belgiums total national CO2 emissions in 2005 is 184 million tons. Source: WRI 2008.***(rls)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;http://www.riauterkini.com/lingkungan.php?arr=24406&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-8908936758346700209?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/8908936758346700209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/dampak-pembabatan-hutan-greenpeace.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/8908936758346700209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/8908936758346700209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/dampak-pembabatan-hutan-greenpeace.html' title='Dampak Pembabatan Hutan,  Greenpeace Tuding SM Berhutang Rp 48,5 Triliun Setahun'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-2596855243200921480</id><published>2009-05-13T17:59:00.000+07:00</published><updated>2009-05-13T18:00:18.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Terkini'/><title type='text'>Kenaikan Harga CPO Dongkrak Harga Migor ‘Minyak Kita’</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 12 Mei 2009 12:20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya harga CPO di pasar dunia mendongkrak harga minyak goreng ‘Minyak Kita’ di pasar lokal. Padahal, minyak goreng ‘Minyak Kita’ merupakan CSR perusahaan industri sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU-Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Riau, Hamsani Rachman kepada Riauterkini selasa (12/5/09) mengatakan bahwa sesuai dengan hasil rapat di Kementrian Koordinator Bidang Ekuin beberapa waktu berselang mengenai minyak goreng ‘Minyak Kita’, menghasilkan keputusan bahwa harga Minyak Kita naik Rp 1000 perKg-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga Minyak Kita yang merupakan perwujudan CSR dari perusahaan industri sawit disebabkan karena naiknya harga CPO di pasar internasional. Kenaikan harga CPO di pasar internasional membuat pengusaha industri sawit ‘ikut’ menaikkan harga minyak goreng bersubsdi Minyak Kita. Jika tidak, terlalu banyak jumlah CSR yang mereka distribusikan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Naiknya harga minyak goreng bersubsidi Minyak Kita yang disebabkan karena naiknya harga CPO di pasar internasional menjadi keluhan para pengusaha industri sawit. Karena dengan naiknya harga CPO, berarti menambah ‘jumlah harga’ yang didistribusikan melalui CSR. Karena untuk mengurangi kapasitas minyak goreng yang digelontorkan tidak bisa. Jadi satu-satunya jalan menaikan harga dari Rp 6000 menjadi Rp 7000,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung mengenai kesepakatan perusahaan industri sawit dengan Menteri Perdagangan RI, Hamsani menegaskan bahwa kesepakatan yang ada hanya pihak perusahaan mensubsidi harga jual minyak goreng dengan dana CSR. “Jadi tidak ada tata niaga dalam hal ini. Mengenai harga, tentunya masih erat kaitannya dengan mekanismen pasar. Ketika harga CPO naik, nilai CSR tetap, maka jumlah subsidi berkurang,” terangnya. ***(H-we)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-2596855243200921480?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/2596855243200921480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/kenaikan-harga-cpo-dongkrak-harga-migor.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/2596855243200921480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/2596855243200921480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/kenaikan-harga-cpo-dongkrak-harga-migor.html' title='Kenaikan Harga CPO Dongkrak Harga Migor ‘Minyak Kita’'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-1806645737710777077</id><published>2009-05-13T17:43:00.000+07:00</published><updated>2009-05-13T17:45:00.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='riauterkini.com'/><title type='text'>Harga TBS Sawit Terus Meroket</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 12 Mei 2009 15:04&lt;br /&gt;Getah Karet Tertahan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga TBS kelapa sawit melanjutkan trend positif. Pekan ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Sementara harga getah karet tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU- Hasil rapat penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Dinas Perkebunan Riau, Selasa (12/5/09) menetapkan kenaikan harga TBS sawit sebesar Rp 48.91 perkilogramnya. Kenaikan kali ini melanjutnya trend positif komoditas kelapa sawit dalam sebulan terarkhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekan ini harga TBS kepala sawit naik lagi, berkisar Rp 48.91 setiap kilogramnya," ujar Kasubdin Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Putra kepada riauterkini usai rapat penetapan harga di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipaparkan Fery, harga sawit bibit unggul yang telah berumur 3 tahun harganya Rp 1.197,84 perkilogram. Sawit berumur 4 tahun menjadi Rp 1.339,16 perkilogram. Sawit berumur 5 tahun semula Rp 1.433,64 perkilogram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk sawit umur 6 tahun Rp 1.474,42 perkilogram. Sawit umur 7 tahun Rp 1.531,11 perkilogram. Sawit umur 8 tahun Rp 1.578,75 kilogram. Sawit umur 9 tahun Rp 1.628,580 dan sawit umur 10 tahun Rp 1.674,72 perkilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harga TBS kelapa sawit pekan ini naik, tidak demikian dengan harga getah karet, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, pekan ini harga karet bertahan pada angka Rp 13.000 perkilogram untuk getah dengan kadar di atas 95 persen sampai pintu pabrik.***(mad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-1806645737710777077?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/1806645737710777077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/harga-tbs-sawit-terus-meroket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/1806645737710777077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/1806645737710777077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/harga-tbs-sawit-terus-meroket.html' title='Harga TBS Sawit Terus Meroket'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-671143681375334553</id><published>2009-05-13T17:27:00.000+07:00</published><updated>2009-05-13T17:31:39.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita iniriau.com'/><title type='text'>Masyarakat Pucuk Rantau Laporkan Kapolres Kuansing ke Mapolda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selasa, 12 Mei 2009 13:34 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapor ke Mapolda Siang Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru (iniriau) - Masyarakat 11 desa di daerah Pucuk Rantau, Kabupaten Kuansing siang ini akan melaporkan tindakan represif yang dilakukan Polres Kuasing ke Mapolda Riau, Selasa (12/05/09) siang ini. Laporan masyarakat ini terkait ditangkapnya 2 orang warga masyarakat Pucuk Rantau di Polres Kuansing akibat melakukan aksi demonstrasi pada perusahaan sawit PT Tri Bakti Sarimas.&lt;br /&gt;"Masyarakat di Pucuk Rantau sekarang ini sudah sangat ketakutan sejak ditangkapnya dua orang rekan kami dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Ditambah lagi 4 orang rekan kami lainnya sudah mendapat surat panggilan dan kemungkinan juga akan ditangkap oleh Polres Kuansing," ujar Zulfikar, perwakilan masyarakat Pucuk Rantau yang akan melapor ke Mapolda Riau. "Saat ini dua orang rekan kami sudah ditahan selama 55 hari di Polres Kuansing," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulfikar kepada iniriau.com menjelaskan kronologis kejadian yang menyebabkan ketakutan warga disana berawal dari aksi demonstrasi warga memprotes KUD Prima Sejati yang bermitra dengan PT Tri Bakti Sarimas. Warga menilai koperasi ini melakukan penyelewengan dana dengan indikasi pembagian hasil sawit antara masyarakat dan Koprasi tidak jelas. Sejak tahun 2003 masyarakat yang menjadi anggota Koprasi hanya menerima 10 persen hasil kebun sawit tersebut, sementara sisa 90 persen lain tidak diketahui penggunaannya. Selain itu, masyarakat tempatan banyak tidak mendapat bagian lahan sawit padahal sebagian besar lahan yang dikelola merupakan tanah ulayat masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu,kami meminta kepada Kapolda untuk mengintruksikan Kapolres Kuansing segera melepaskan 2 orang rekan kami. Sebab kami menuntut hak kami dan tidak merugikan orang lain, tapi mengapa kami yang ditangkap," sebut Zulfikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Swadaya Masyarakat yang konsen dibidang lingkungan, Walhi Riau, akan mendampingi masyarakata Pucuk Rantau melapor ke Mapolda Riau. Walhi menilai kasus konflik antara masyarakat dengan perusahaan di Riau, selama ini selalu disikapi dengan tindakan represif oleh Kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Walhi Riau, Hariansyah Usman kepada iniriau,com menyebutkan, Kepolisian seharusnya bersikap profesional dalam menangani kasus ini. Menurutnya, jika terjadi konflik antara perusahaan dengan masyarakat seharusnya Kepolisian mengusut penyebab terjadinya konflik, bukan menyudutkan masyarakat melakukan tindakan kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini kita melihat, jika ada konflik antara warga dan perusahaan yang tersudutkan selalu masyarakat. Kepolisian selalu proaktif menindak masyarakat yang menuntut haknya," ungkap Hariansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu, hari ini kami mendampingi masyarakat untuk mengadukan hal ini ke Mapolda Riau. Kita meminta Kapolda segera menindaklanjuti kasus ini," imbuhnya. (IR8/IRC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-671143681375334553?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/671143681375334553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/masyarakat-pucuk-rantau-laporkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/671143681375334553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/671143681375334553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/05/masyarakat-pucuk-rantau-laporkan.html' title='Masyarakat Pucuk Rantau Laporkan Kapolres Kuansing ke Mapolda'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-4911251280545018151</id><published>2009-04-29T23:02:00.001+07:00</published><updated>2009-04-29T23:02:46.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Ratusan Warga Kepau Jaya Duduki Perkebunan PT. Agro Abadi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rabu, 29 April 2009 14:10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengketa lahan memicu aksi pendudukan perkebunan. Ratusan warga Desa Kepau Jaya, Siak Hulu merasa lahannya diserobot menduduki kebun PT. Agro Abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-SIAKHULU- Sekitar 300 warga Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar mendatangi sekaligus menduduki lahan kerkebunan PT. Agro Abadi yang berlokasi di desa yang sama, Rabu (29/4/09). Aksi pendudukan ini sebagai kelanjutan protes atas penyerobotan lahan warga oleh perusahaan perkebunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi warga ini berlangsung lancar dan tanpa hambatan, sebab pihak perusahaan langsung menghindar begitu mengetahui kedatangan ratusan warga. Di lapangan hanya terlihat beberapa polisi dari Polsek Siak Hulu yang melakukan pengamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang warga Kepau Jaya beranam Sabarman, sejak 1999 lahan ulayat warga seluas 12.500 hektar yang semula berupa Hak Penguasaan Hutan (HPH) dirubah menjadi kebun kelapa sawit oleh perusahaan. Saat ini tanaman kelapa sawit sudah berbuah dan beberapa kali panen, namun masyarakat sama sekali tak pernah mendapatkan bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menuntut perusahaan memberikan hak warga dengan mengembangkan pola kemitraan dengan masyarakat," tuntut Sabarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aksi ratusan warga yang datang dengan menggunakan sepeda motor tersebut masih berlangsung. Mereka bertekad akan terus menduduki kebun perusahaan, sampai tuntutan warga dipenuhi perusahaan.***(mad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-4911251280545018151?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/4911251280545018151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/ratusan-warga-kepau-jaya-duduki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/4911251280545018151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/4911251280545018151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/ratusan-warga-kepau-jaya-duduki.html' title='Ratusan Warga Kepau Jaya Duduki Perkebunan PT. Agro Abadi'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-3766173605796141988</id><published>2009-04-29T00:36:00.000+07:00</published><updated>2009-04-29T00:45:32.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Riau Pos'/><title type='text'>Perjelas Status Lahan Kebun K2I</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senin, 27 April 2009 , 07:33:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan GEMA SETARA, Pekanbaru  &lt;br /&gt;Status lahan kebun sawit K2I yang saat ini masih dalam proses pembangunan oleh rekanan terkait, perlu mendapatkan pengukuhan yang lebih. Sebab saat ini status lahan itu hanya baru Surat Keterangan Tanah (SKT) dari bupati masing-masing kabupaten. Dengan adanya pengukuhan lahan, maka jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau Drs HM Yafiz di Pekanbaru Ahad (26/4) mengatakan, peningkatan status lahan dari yang saat ini semestinya menjadi mutlak dilakukan, apakah status lahan itu nanti menjadi hak guna usaha ataupun sertifikat hak milik dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Status lahan itu saat ini masih berpegang pada SKT yang dikeluarkan oleh Bupati, kita berharap ada peningkatan status lahan ini yang lebih tinggi, sebab kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tentu kita akan lebih kuta,’’ tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, lanjut mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Riau ini, luas lahan yang sudah ditanam kelapa sawit seluas 170 hektare masing-masing di Kabupaten Bengkalis, Kampar dan Indragiri Hulu (Inhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait belum selesainya Perda multiyears (MY) bagaimana dengan perawatan tanaman tersebut, Yafiz mengatakan tidak menjadi persoalan karena dalam Perda sebelumnya dinyatakan bahwa pihak rekanan punya kewajiban menjaga dan merawat tanaman tersebut. ‘’Soal itu tidak ada persoalan karena item perjanjian sebelumnya ada menyatakan demikian,’’ tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, lanjutnya pihaknya masih menunggu siapnya Perda MY tersebut, jika sudah selesai pengerjaan kebun ini kembali dimulai. Dari luas lahan yang direncanakan seluas 10.200 hektare sudah terbangun sekitar 170 hektare. Total nilai proyek ini mencapai Rp217 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Insya Allah jika Perda sudah selesai upaya pengerjaan lahan itu akan kita laksanakan. Kita optimistis proyek kebun K2I ini akan terwujud dengan baik,’’ ujarnya.(izl)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-3766173605796141988?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/3766173605796141988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/perjelas-status-lahan-kebun-k2i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3766173605796141988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3766173605796141988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/perjelas-status-lahan-kebun-k2i.html' title='Perjelas Status Lahan Kebun K2I'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-3625546936809922608</id><published>2009-04-29T00:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-29T00:36:04.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Riau Pos'/><title type='text'>Indonesia Harus Ikut Tentukan Harga CPO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jum'at, 24 April 2009 , 07:07:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (RP) - Indonesia berambisi memimpin pasar perdagangan minyak kelapa sawit atau CPO. Sebagai pengekspor dan produsen CPO terbesar di dunia, Indonesia harus ikut menentukan referensi harga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurti, Indonesia akan menentukan sistem perdagangan CPO, termasuk penentuan harga. “Selama ini kita mengacu pada harga dari Rotterdam,” katanya di kantornya, Kamis (23/4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengekspor CPO terbesar di pasar dunia, Indonesia selayaknya bisa menciptakan harga secara pas tanpa terpengaruh harga di Rotterdam yang menyebabkan harga fluktuatif. Saat ini, kata Bayu, sudah ada beberapa trader CPO yang menggunakan notifikasi Free on Board (FoB) Pelabuhan Belawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu menuturkan, total perdagangan di Eropa itu hanya 1,5 juta ton atau paling tinggi 2,5 juta ton.  Sedangkan Indonesia mengekspor CPO 15 juta ton. “Kenapa kita pakai referensi ke sana (Rotterdam),” katanya. Seharusnya, lanjut dia, Indonesia memegang perdagangan karena memasok 90 persen kebutuhan CPO dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, kata dia, sudah melakukan beberapa langkah. Yakni, mendorong eksporter menggunakan patokan harga FoB Belawan atau Dumai. Eksporter juga dapat menggunakan harga rata-rata lelang di Kantor Pemasaran Bersama PTPN, dan harga swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, penentuan harga menguntungkan kegiatan ekspor dan juga menggairahkan industri hilir. “Spekulasi karena faktor eksternal juga bisa dikurangi sehingga menjadi penentu harga daripada pengguna harga,” tambah Bayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, produksi CPO Indonesia berkisar 19-20 juta ton. Sementara produksi Malaysia dua juta ton di bawah Indonesia. Namun, kata Bayu, Malaysia punya produktivitas lahan lebih besar 20 persen. “Lahan yang sekarang bisa 40-50 juta hektare. Itu tanpa perluasan lahan dan tidak termasuk di Papua. Hanya Sumatera dan Kalimantan,” katanya.(sof/ekk)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://www.riaupos.info/main/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=8625&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-3625546936809922608?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/3625546936809922608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/indonesia-harus-ikut-tentukan-harga-cpo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3625546936809922608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3625546936809922608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/indonesia-harus-ikut-tentukan-harga-cpo.html' title='Indonesia Harus Ikut Tentukan Harga CPO'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-4275202372222473707</id><published>2009-04-27T12:35:00.002+07:00</published><updated>2009-04-27T12:39:33.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://www.blogger.com/img/blank.gif'/><title type='text'>2008, Ekspor CPO Riau Naik 800 Ribu Metrik Ton</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Ahad, 26 April 2009 12:56&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span times="" new="" style=";color:black;" &gt;&lt;i&gt;Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Riau ke luar negeri mengalami kenaikan sebesar 800 Matrik Ton (MT). Tahun ini diharapkan bisa lebih.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span times="" new="" style=";color:black;" &gt;Riauterkini-PEKANBARU-Kasubdin Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Ernaputra kepada Riauterkini Jum’at (24/4/09) mengatakan bahwa ekspor CPO Riau tahun 2008 mencapai angka 5,5 juta matrik ton. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan jumlah ekspor CPO tahun 2007 yang hanya sebesar 4,7 juta matrik ton.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span times="" new="" style=";color:black;" &gt; “Jumlah ekspor CPO kita tahun 2008 lalu mencapai 5,5 juta matrik ton. Jumlah itu naik sebesar 800 ribu matrik ton dari sebelumnya yang hanya hanya 4,7 juta matrik ton saja,” kata Ferry. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span times="" new="" style=";color:black;" &gt; Kenaikan jumlah CPO pada tahun 2008 dipengaruhi oleh tingginya harga CPO luar negeri sehingga banyak pengusaha agri bisnis di komoditas sawit yang melempar CPOnya ke pasar internasional. Apalagi waktu itu harga TBS local yang terpengaruh harga sawit internasional yang melonjak tinggi dengan tingkat lonjakan yang cukup signifikan yang walaupun pada triwulan III harga sawit anjlok hingga harga terendah sepanjang sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span times="" new="" style=";color:black;" &gt; “Tahun ini, selain menjaga kualitas RBS dan CPO kita, pemerintah juga mempersiapkan ketentuan-ketentuan untuk menjaga segala sesuatu di pasar dalam negeri teritama di tataran petani sawit mandiri. Tentunya agar pengalaman tahun 2008 agar dapat diatasi. Intinya, jumlah ekspor CPO naik, dalam negeri tetap stabil,” katanya.***(H-we) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-4275202372222473707?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/4275202372222473707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/2008-ekspor-cpo-riau-naik-800-ribu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/4275202372222473707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/4275202372222473707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/2008-ekspor-cpo-riau-naik-800-ribu.html' title='2008, Ekspor CPO Riau Naik 800 Ribu Metrik Ton'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-3661479890225460073</id><published>2009-04-23T22:53:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T22:57:22.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Riau Pos'/><title type='text'>Sumber Daya Alam Masih Potensial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kamis, 23 April 2009 , 08:15:00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="hotnews"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=8567#"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="detailpage"&gt;                                                          &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Laporan SYAHRI RAMLAN, Bagansiapiapi    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;SUMBER daya alam (SDA) meliputi sektor minyak dan gas, perkebunan, perikanan yang dimiliki di sejumlah daerah di dalam wilayah Kabupaten Rohil, dinilai masih sangat potensial untuk terus ditumbukembangkan dan digarap secara optimal. Hanya saja, sejumlah potensi tersebut belum tergarap secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Rohil Ir H Wan Abubakar Hasan, Rabu (22/4) saat serah terima jabatan Kepala Dinas Perkebunan yang dulu dijabatnya kepada H Muhammad Rusli Syarief S Sos di Bagansiapi-api. Sebelum menjadi staf ahli, Wan Abubakar Hasan adalah Kepala Dinas Perkebunan. Sedangkan H Muhammad Rusli Syarief sebelumnya adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Rohil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kita melihat bahwa potensi alam yang dimiliki di wilayah Kabupaten Rohil ini sangat potensial. Kalau potensi alam yang tersedia itu dapat digarap secara optimal, saya pikir pelaksanaan pembangunan khususnya di bidang ekonomi dapat terealisasi dengan cepat,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kendalanya, tambah Abubakar, di antaranya karena belum tersedianya sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Rohil yang mampu menggarap semua potensi alam yang tersedia tersebut. Hal tersebut ditandai dengan masih ditemukannya sejumlah Satker yang belum terisi oleh aparatur yang mampu untuk mengoptimalkan potensi alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Makanya perlu pimpinan Satker yang memiliki jiwa wiraswasta. Misalnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan maupun Perikanan. Dan kita melihat, semuanya sudah berjalan. Namun masih perlu untuk terus menjalin koordinasi dengan sejumlah instansi terkait lainnya. Sehingga potensi alam ini benar-benar dapat diangkat guna mempercepat pembangunan di bidang ekonomi,’’ tutur Wan Abubakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang dihimpun Riau Pos, bidang perkebunan memiliki tiga sektor potensi yang terus mengalami peningkatan. Sektor pertama yakni kelapa sawit yang mampu berproduksi mencapai sekitar 347.288 ton dengan luas areal mencapai 146.237 hektare. Selanjutnya karet dengan luas areal mencapai sekitar 37.881 hektare. Produksinya mencapai sekitar 12.737 ton. Terakhir adalah kelapa dengan luas areal mencapai 5.944 hektare. Jumlah produksinya sekitar 2.2992 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor lainnya yakni perikanan yang mampu menghasilkan 59.006,17 ton, yang terdiri dari perikanan laut 55.700,00 ton, perikanan perairan umum 3.226,00 ton, budidaya ikan kolam 58,55 ton, dan budidaya ikan keramba 20,62 ton. Sedangkan sektor pertanian jumlah produksi padi mencapai 127.503 ton dengan luas areal 34.900 hektare. Sedangkan sektor Migas yang produksinya mencapai sekitar 150.000 barrel.(tie)&lt;/span&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-3661479890225460073?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/3661479890225460073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/sumber-daya-alam-masih-potensial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3661479890225460073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3661479890225460073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/sumber-daya-alam-masih-potensial.html' title='Sumber Daya Alam Masih Potensial'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-1578166767445897548</id><published>2009-04-23T22:51:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T22:56:21.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Riau Pos'/><title type='text'>Buka Kebun untuk Warga Miskin Investor Malaysia Tawarkan Kerja Sama</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 23 April 2009 , 08:12:00&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div class="detailpage"&gt;                                                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laporan MOLLY WAHYUNI, Bangkinang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;INVESTOR dari Malaysia yang tergabung dalam Syarikat Intelek Venture SDB BHD menawarkan usaha kerja sama pembukaan lahan hutan untuk dijadikan kebun kelapa sawit yang diperuntukan bagi petani dan masyarakat miskin yang belum memiliki kebun. Untuk tahap pertama diperlukan areal seluas 4.000 hektare, dan masing-masing penduduk tempatan sebagai calon pemilik akan mendapatkan lahan dua hekntare, plus lahan pekarangan dan rumah tempat tinggal pada areal yang dikomplekskan dengan luas lahan sekitar 0,2 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan Direktur Intelek Venture SDN BHD Malaysia Zakaria bin Abdurrahman, Abdul Khalid dan Abdul Halim bin Ahmad dalam eksposnya di hadapan Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP yang didampingi Kepala Dinas Kehutan Kampar Mawardes dan Kadis Perkebunan Kabupaten Kampar Ir Fahril Azwar, di ruang rapat Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Rabu (22/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran para investor yang berjumlah tujuh orang dari Malaysia tersebut diprakarsai oleh Yayasan Kampar Istiqomah, Kampar, di antaranya Saruman, Syahril, dan Ermansyah, serta beberaoa orang pengurus Yayasan Istiqomah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan atau bentuk pelaksanaan pengerjaan mengaju kepada pola Felda (Federal Land Development) yang telah sejak lama digagas di Malaysia dan telah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan sehingga hidupnya lebih sejahtera. Nama kerja sama pembangunan kebun kelapa sawit tersebut adalah Cadangan Projek Pembangunan Tanah Rancangan Bersepadu Kabupaten Kampar oleh Yayasan Kampar Istiqomah (Indonesia) dengan Syarikat Intelek Venture SDN BHD (Malaysia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini akan dimulai dengan pembukaan lahan hutan untuk tahap pertama seluas 4.000 hektare, dan untuk tahap kedua 6.000 hektare. Sehingga total luas lahan yang diperlukan sekitar 10.000 hektare. Para pemilik lahan akan mendapatkan rumah, dan untuk menopang kehidupan sehari-hari pera pemilik akan bekerja di lahan mereka masing-masing dan menerima upah dari apa yang mereka kerjakan. Kemudian setelah sawitnya menghasilkan, maka di seputar lokasi pemukiman akan dibangun tempat ibadah, sekolah, fasilitas umum lain. Bahkan berikutnya akan dikembangkan menjadi kota-kota kecil dengan infrastruktur yang mamadai dan soal pembayaran hutang petani akan dibayar secara menyicil dan pembayaran pada prinsipnya tidaklah memberatkan masyarakat miskin.(tie)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-1578166767445897548?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/1578166767445897548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/buka-kebun-untuk-warga-miskin-investor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/1578166767445897548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/1578166767445897548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/buka-kebun-untuk-warga-miskin-investor.html' title='Buka Kebun untuk Warga Miskin Investor Malaysia Tawarkan Kerja Sama'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-576579831220639842</id><published>2009-04-23T22:50:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T22:51:27.390+07:00</updated><title type='text'>Bea Keluar CPO Belum Naik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Selasa, 21 April 2009 , 07:31:00&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="hotnews"&gt;&lt;a href="http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=8189#"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                          JAKARTA (RP) - Bea keluar minyak kelapa sawit atau CPO diperkirakan masih tetap nol persen hingga Mei. Ini karena harga komoditas itu di bulan April belum mencapai rata-rata  700 dolar AS per ton.  “Dalam Peraturan Menteri Keuangan, tarif bea keluar akan dinaikkan kalau harga rata-rata per bulan di atas 700 dolar AS per ton,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurti di kantornya, Senin (20/4).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="detailpage"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pemerintah berencana mengubah PMK itu dengan menurunkan ambang maksimal kenaikan tarif BK menjadi 650 dolar AS per ton. Alasan waktu itu, karena nilai tukar rupiah tengah melemah hingga Rp12.000 per dolar AS. Mulai November 2008 hingga kini, pemerintah menetapkan bea keluar 0 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu mengatakan, saat ini situasinya berbeda karena nilai tukar rupiah sudah menguat menjadi sekitar Rp10.500-10.800 per dolar AS sehingga daya saing ekspor menurun. “Bulan-bulan ini kita masih sangat mengharapkan ekspor bisa didorong karena berbagai alternatif ekspor lainnya masih mengalami kesulitan,” kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga akan menyeimbangkan kepentingan peningkatan ekspor serta upaya menjaga harga minyak goring di dalam negeri. “Semua kepentingan harus bisa dipertimbangkan. Karena ada dua faktor yang dipertimbangkan untuk menetapkan bea keluar, yakni di harga di luar negeri dan dalam negeri,” kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu menambahkan, Indonesia adalah negara eksportir utama CPO. Sehingga sistem penerapan tarif bea keluar secara progresif bisa menjadi sinyal bagi pengusaha untuk turut menjaga harga. Pengusaha bisa menghitung, jika harga terus naik, akan terkena bea keluar. “Dia seperti ada self control,” kata Bayu. Tarif progresif ini diharapkan bisa turut menstabilkan harga komoditas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu memprediksi, untuk Juni nanti harga CPO akan sedikit meningkat karena mulai ada optimisme di pasar dunia. Apalagi, penurunan penjualan mobil ternyata tidak sedrastis yang dibayangkan. Industri makanan juga mulai bertumbuh. “Empat bulan kemarin ada penurunan di berbagai bidang, sekarang mulai berbalik,” katanya. (sof/ekk)           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-576579831220639842?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/576579831220639842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/bea-keluar-cpo-belum-naik_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/576579831220639842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/576579831220639842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/bea-keluar-cpo-belum-naik_23.html' title='Bea Keluar CPO Belum Naik'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-3774493437671676379</id><published>2009-04-23T22:48:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T22:50:55.346+07:00</updated><title type='text'>Bea Keluar CPO Belum Naik</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selasa, 21 April 2009 , 07:31:00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;             &lt;div class="hotnews"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=8189#"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                                                          &lt;span style="font-size:100%;"&gt;JAKARTA (RP) - Bea keluar minyak kelapa sawit atau CPO diperkirakan masih tetap nol persen hingga Mei. Ini karena harga komoditas itu di bulan April belum mencapai rata-rata  700 dolar AS per ton.  “Dalam Peraturan Menteri Keuangan, tarif bea keluar akan dinaikkan kalau harga rata-rata per bulan di atas 700 dolar AS per ton,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurti di kantornya, Senin (20/4).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="detailpage"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pemerintah berencana mengubah PMK itu dengan menurunkan ambang maksimal kenaikan tarif BK menjadi 650 dolar AS per ton. Alasan waktu itu, karena nilai tukar rupiah tengah melemah hingga Rp12.000 per dolar AS. Mulai November 2008 hingga kini, pemerintah menetapkan bea keluar 0 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu mengatakan, saat ini situasinya berbeda karena nilai tukar rupiah sudah menguat menjadi sekitar Rp10.500-10.800 per dolar AS sehingga daya saing ekspor menurun. “Bulan-bulan ini kita masih sangat mengharapkan ekspor bisa didorong karena berbagai alternatif ekspor lainnya masih mengalami kesulitan,” kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga akan menyeimbangkan kepentingan peningkatan ekspor serta upaya menjaga harga minyak goring di dalam negeri. “Semua kepentingan harus bisa dipertimbangkan. Karena ada dua faktor yang dipertimbangkan untuk menetapkan bea keluar, yakni di harga di luar negeri dan dalam negeri,” kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu menambahkan, Indonesia adalah negara eksportir utama CPO. Sehingga sistem penerapan tarif bea keluar secara progresif bisa menjadi sinyal bagi pengusaha untuk turut menjaga harga. Pengusaha bisa menghitung, jika harga terus naik, akan terkena bea keluar. “Dia seperti ada self control,” kata Bayu. Tarif progresif ini diharapkan bisa turut menstabilkan harga komoditas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu memprediksi, untuk Juni nanti harga CPO akan sedikit meningkat karena mulai ada optimisme di pasar dunia. Apalagi, penurunan penjualan mobil ternyata tidak sedrastis yang dibayangkan. Industri makanan juga mulai bertumbuh. “Empat bulan kemarin ada penurunan di berbagai bidang, sekarang mulai berbalik,” katanya. (sof/ekk)&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-3774493437671676379?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/3774493437671676379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/bea-keluar-cpo-belum-naik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3774493437671676379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/3774493437671676379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/bea-keluar-cpo-belum-naik.html' title='Bea Keluar CPO Belum Naik'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-6792866798942813482</id><published>2009-04-23T22:47:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T22:48:17.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Riau Pos'/><title type='text'>Harga Sawit Terus Naik Tembus Rp1.420/Kg</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jum'at, 17 April 2009 , 07:27:00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="hotnews"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=7753#"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PEKANBARU (RP) - Harga komoditi kelapa sawit di tingkat petani saat terus mengalami kenaikan. Bahkan dari rapat penetapan harga kelapa sawit yang dilakukan Dinas Perkebunan Riau bersama sejumlah koperasi petani sawit dan perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, harga kelapa sawit untuk pola kemitraan telah mencapai kisaran Rp1.420 per kilogram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC kepada Riau Pos,, harga TBS yang disepakati di Riau mengalami kenaikan yang cukup besar. Hal ini terjadi karena semakin membaiknya harga crude palm oil (CPO) di pasaran internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Harga terendah adalah Rp1016,03 per kilogram untuk TBS umur tiga tahun. Sedangkan harga tertingi mencapai Rp1420,64 per kilogram untuk umur tanaman 10 tahun,’’ ucap Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga TBS tak hanya dirasakan oleh petani yang tergabung dalam pola kemitraan, namun juga pada petani sawit pola swadaya yang banyak di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk harga kelapa sawit khususnya di wilayah Kabupaten Rohil juga sudah berangsur naik mencapai antara Rp1.000 hingga Rp1.300 per kilogram. Dengan naiknya harga kelapa sawit tersebut setidaknya memberikan dampak positif. Dimana, ekonomi pendapatan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan kelapa sawit sudah mulai membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Waktu harganya jatuh, apapun tidak kita dapatkan. Malahan, setiap kali panen, kita terus merugi. Bayangkan saja, harga jualnya mencapai sekitar Rp300 per kilogram. Hasil yang didapatkan dengan harga yang segini murah ini tidak cukup untuk membayar upah. Apalagi buat merawat kebun,’’ kata B Tambunan (44) salah seorang petani kelapa sawit di Balam, Kecamatan Bangkopusako.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu harga kelapa sawit merosot tajam, pendapatan ekonomi masyarakat memang mengalami guncangan yang cukup hebat. Malahan, ada sebagian masyarakat khususnya yang memiliki sepedamotor dengan cara pembayaran sistim anguran setelah menjual kelapa sawit terpaksa ditarik kembali oleh dialer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan naiknya harga jual kelapa sawit yang mencapai antara Rp1.000 per kilogram hingga sampai Rp1.300 per kilogram di tingkat petani, setidaknya telah memberikan kecerahan bagi masyarakat khususnya yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Rohil, H Muhammad Rusli Syarief S.Sos yang dihubungi Riau Pos, Kamis (16/4) di&lt;br /&gt;Bagansiapi-api membenarkan hal tersebut. ‘’Berdasarkan hasil pantuan kita di lapangan, kondisinya memang seperti itu. Dimana, harga kelapa sawit sudah kembali bergairah setelah sempat merosot akibat krisis ekonomi global. Malahan, harga kelapa sawit itu sudah berada di level tertinggi yakni sekitar Rp1.400 per kilogram,’’ kata Rusli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi perkembangan ekonomi saat ini, lanjut Rusli, diprediksikan harga kelapa sawit dengan harga Rp1.400 per kilogram bisa bertahan lama. Hanya saja, pergerakan dan perputaran ekonomi sangat sulit diprediksikan mengingat sangat berkaitan dengan semua sektor lainnya. ‘’Makanya, kalau harga sampai mencapai segitu, artinya kita harus siap-siap menerima kalau nanti harganya jatuh. Karena, perkembangan ekonomi itu sangat sulit diprediksikan,’’ kata Rusli. (sah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk Langka&lt;br /&gt;Dalam pada itu, naiknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indragiri Hilir (Inhil) sejak dua bulan terakhir, sudah mampu membuat petani tersenyum. Sayangnya, naiknya harga hasil perkebunan itu berbanding terbalik dengan ketersediaan pupuk jenis urea di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Kamis (16/4) petani daerah ini masih mengeluhkan susahnya mencari pupuk jenis urea. Meningkatnya harga komoditi itu secara langsung terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan warga di pasar tradisional. Aktivitas pemeliharaan kebun pun jauh meningkat. Selain itu, mereka yang tadinya sudah tidak bersemangat lagi dan ingin menjual kebun miliknya. Banyak yang mengurungkan niat tersebut. Perkebunan kini di pandang cukup prospek untuk dijadikan pegangan. Di Inhil, hal yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat adalah harga kopra. Lebih enam puluh persen penduduk daerah ini memiliki mata pencaharian di bidang itu. Sedangkan kebun sawit baru digeluti sebagian masyarakat sekitar tiga tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju pembelian sepeda motor yang sempat melorot beberapa bulan lalu saat harga TBS dan kopra jatuh, saat ini terlihat mulai mengalami peningkatan, sejumlah dealer sepeda motor, tampak dipenuhi kembali oleh warga yang ingin membeli kendaraan tersebut. Dua tahun lalu, kala harga kelapa demikian tinggi, setiap harinya ada saja petani yang membeli sarana perhubungan tersebut. Di pedesaan, aroma petani sedang menyalai kopranya sangat mudah ditemukan. Sedangkan pada pinggiran jalan raya di Inhil, jejeran TBS yang ditempatkan petani juga sangat mudah ditemukan. Aktivitas bongkar muat TBS itu jauh lebih tinggi dibandingkan biasanya. Pembeli sudah demikian aktif memburu hasil perkebunan masyarakat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika harga TBS sedang anjlok beberapa waktu lalu. Tidak ada satupun pembeli yang aktif di lapangan. Jangankan untuk datang ke pemukiman, pembeli yang berkeliling menggunakan truk juga sangat langka. TBS pun dibiarkan begitu saja oleh petani membusuk di pohon sawit milik mereka.(sah/yon/izl)&lt;/span&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-6792866798942813482?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/6792866798942813482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/harga-sawit-terus-naik-tembus-rp1420kg.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/6792866798942813482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/6792866798942813482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/harga-sawit-terus-naik-tembus-rp1420kg.html' title='Harga Sawit Terus Naik Tembus Rp1.420/Kg'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-65937138728301476</id><published>2009-04-01T11:44:00.001+07:00</published><updated>2009-04-01T11:46:09.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Karet Tertahan, Harga TBS Sawit Riau Kembali Naik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 31 Maret 2009 15:16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun tipis pekan lalu sebesar Rp 13,67 perKg, pekan ini harga TBS kembali naik. Kenaikan Rp 6,41 perkilogram TBS. Sementara untuk getah karet harganya tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU-Kasubdin Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Putra kepada Riauterkini mengatakan bahwa setelah sempat turun pekan lalu, harga TBS sawit lokal Riau kembali naik. Kenaikan sangat tipis. Yaitu Rp 6,41 perkilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenaikan harga TBS sawit lokal Riau disebabkan karena naiknya harga CPO dan kernel di SPOT pasar internasional Pekan lalu harga CPO internasional mencapai Rp 6.472,86 perkilogram sedangkan harga kernel Rp 2.674,28 perkilogram. Pekan ini harga CPO mencapai Rp 6.474,25 sedangkan harga kernel Rp 2.682,08 perkilogram. Katanya untuk indeks harga kumulative sawit adalah 86,69,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data harga sawit pekan ini (periode 30 Maret-5 April 2009) adalah untuk sawit yang telah berumur 3 tahun harganya Rp 962,68 perkilogram. Sawit berumur 4 tahun harganya Rp 1.076,33 perkilogram. Sawit berumur 5 tahun harganya Rp 1.152,30 perkilogram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk sawit umur 6 tahun Rp 1.185,01 perkilogram. Sawit umur 7 tahun Rp 1.230,59 perkilogram. Sawit umur 8 tahun Rp 1268,88 kilogram. Sawit umur 9 tahun Rp 1.308,88 dan sawit umu10 tahun Rp 1.346,88 perkilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk harga getah karet, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, masih pada angka Rp 11.000/kilogram. Harga tersebut tak berubah dengan harga pekan sebelumnya. ***(H-we) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=23583&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-65937138728301476?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/65937138728301476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/karet-tertahan-harga-tbs-sawit-riau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/65937138728301476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/65937138728301476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/04/karet-tertahan-harga-tbs-sawit-riau.html' title='Karet Tertahan, Harga TBS Sawit Riau Kembali Naik'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-4201918813747216229</id><published>2009-03-31T00:01:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T00:04:50.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>PKS Dilarang Terima TBS Petani Non Plasmanya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senin, 30 Maret 2009 17:21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tingkat pelanggaran kesepakatan perusahaan inti dengan petani sawit plasma, maka disepakati bahwa perusahaan sawit inti pemilik Pabrik kelapa Sawit (PKS) wajib menolak TBS petani plasma dari perusahaan swit inti lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU-Kasubdin Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Ernaputra kepada Riauterkini Senin (30/3/09) mengatakan bahwa saat ini tingkat pelanggaran kesepakatan antara petani plasma dengan perusahaan inti. Untuk mengatasinya, pihaknya dan beberapa perusahaan inti sudah sepakat untuk tidak menerima Tandan Buah Segar (TBS) milik petani plasma perusahaan inti lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelanggaran terjadi karena adanya selisih harga beli TBS antara satu perusahaan sawit inti dengan perusahaan sawit inti lainnya. Petani dalam hal ini cenderung menjual TBS kepada perusahaan sawit inti yang menawarkan harga lebih tinggi kendati seluruh harganya sangat tipis” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tambah Ferry, petani plasma masih ada ikatan dengan perusahaan intinya berupa kontrak pengembalian dana pembangunan perkebunan plasma oleh perusahaan inti dan pengolahan TBS petani plasma oleh perusahaan inti. Namun di lapangan, kendati sudah ada kontrak dengan perusahaan inti, petani plasma masih tetap menjual TBS kepada PKS yang menawarkan harga lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kondisi tersebut, maka sudah disepakati oleh beberapa perusahaan inti pemilik pabrik kelapa sawit untuk tidak menerima TBS dari petani plasma perusahaan sawit inti lain. Kesepakatan tersebut diambil untuk mengurangi tingkat pelanggaran kontrak antara petani plasma dengan perusahaan sawit inti. ***(H-we)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-4201918813747216229?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/4201918813747216229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/pks-dilarang-terima-tbs-petani-non.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/4201918813747216229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/4201918813747216229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/pks-dilarang-terima-tbs-petani-non.html' title='PKS Dilarang Terima TBS Petani Non Plasmanya'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-5659479055122651024</id><published>2009-03-25T10:27:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T10:28:57.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kompas'/><title type='text'>Deptan Akan Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rabu, 25 Maret 2009 | 05:55 WIB &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Departemen Pertanian akan fokus mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik dan bio-organik sebagai substitusi pupuk kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dilakukan dalam rangka menekan pemakaian pupuk kimia yang boros anggaran dan merusak lahan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam kunjungan kerja terkait evaluasi program pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan selama empat hari, 19-23 Maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terus mendorong penggunaan pupuk organik, Deptan melalui program peningkatan produktivitas tanaman pangan seperti Sekolah Lapang dan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (SL-PTT), memanfaatkan penggunaan pupuk organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti dengan mengurangi penggunaan urea dari 300-400 kilogram per hektar menjadi 100 kilogram, NPK ditingkatkan menjadi 300 kilogram per hektar, dan pupuk organik 500 kilogram per hektar, produktivitas tanaman padi dalam program SL-PTT bisa ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pekan lalu, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menyatakan bahwa riset di bidang pangan, salah satunya diarahkan untuk pengembangan pupuk bioorganik atau biofertilizer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dilakukan karena pupuk organik lebih ramah lingkungan, sementara anggaran subsidi pupuk kimia terus membengkak, dan adanya kendala suplai gas ke industri pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton menyatakan, penggunaan urea harus dikurangi secara bertahap, tidak bisa langsung besar karena selama ini petani sudah terbiasa dengan urea. ”Harus ada upaya terus-menerus untuk mengajak petani menggunakan pupuk organik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan pupuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemennegkop) mulai membidik koperasi untuk aktif memainkan peran dalam mengembangkan pupuk organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Bali dan Malang, pengembangan pupuk organik diperluas dengan disosialisasikan ke koperasi Pasar Induk Kemang, Bogor, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sosialisasi tersebut terungkap bahwa pendirian pabrik pengolahan pupuk organik di Bogor ini diperkirakan mencapai Rp 711 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alokasi dana tersebut digunakan untuk bangunan Rp 200 juta, pengolahan pupuk organik Rp 190 juta, dan sisanya digunakan untuk mengolah menjadi granul atau butiran pupuk organik serta sosialisasi ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada intinya, pengembangan pengolahan sampah menjadi pupuk organik mampu membuka lapangan kerja,” kata Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Selasa (24/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Pengkajian Kemennegkop dan UKM Wayan Dipta menjelaskan, biaya operasional untuk pengolahan pupuk organik ini Rp 20,9 juta per bulan, sedangkan tenaga kerja yang terserap langsung 15 orang, ditambah seorang manajer. (MAS/OSA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/25/05551740/deptan.akan.dorong.petani.gunakan.pupuk.organik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-5659479055122651024?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/5659479055122651024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/deptan-akan-dorong-petani-gunakan-pupuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/5659479055122651024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/5659479055122651024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/deptan-akan-dorong-petani-gunakan-pupuk.html' title='Deptan Akan Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-7616824179751018136</id><published>2009-03-24T18:40:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:42:00.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Baru 2.716 Hektar Lahan Sawit yang Siap Direvitalisasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 24 Maret 2009 13:40&lt;br /&gt;Dari 58 ribu hektar lahan kebun yang diajukan untuk direvitalisasi, baru 2.716 hektar lahan saja yang siap direvitalisasi. Sisanya belum ‘clear’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU-Kasubdin Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Ernaputra kepada Riauterkini selasa (24/3/09) mengatakan bahwa dari 58 ribu hektar kebun sawit dan karet yang diajukan untuk mendapatkan dana pinjaman revitalisasi perkebunan, baru 2.716 hektar saja yang sudah clear dan siap dikucuri dana revitalisasi perkebunan. Sisanya masih menunggu proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sudah ajukan 58 ribu hektar lahan kebun untuk masuk pada program revitalisasi perkebunan. Namun baru 1.000 ha di Indragiri Hulu, 716 ha di Rokan Hulu, dan 1.000 ha di Pelalawan saja yang sudah clear dan siap dilakukan program revitalisasi perkebunan,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar inventarisasi lahan perkebunan untuk program revitalisasi Perkebunan Pemprov Riau, Bengkalis juga mengajukan 3.800 ha lahan kebun sawit dan karet. Lahan-lahan itu sudah ada yang bersertifikat. Dan tinggal menunggu proses perizinan dari pemerintah kabupaten Bengkalis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang sih sudah ada lahan perkebunan yang sudah dilakukan revitalisasi. Yaitu Inhu 500 hektar dan Rohul 400 hektar. Namun pelaksanaan revitalisasi itu dilakukan dengan dana dari perusahaan sendiri,” kata salah satu Kasubdin di Disbun Riau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, minimnya lahan perkebunan yang tak masuk dalam program revitalisasi perkebunan karena lahan yang diajukan banyak yang tidak sesuai kriteria. Semisal lahan perkebunan tidak memiliki sertifikat, lahan berada di kawasan hutan dan lain sebagainya.***(H-we)&lt;br /&gt;http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=23483&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-7616824179751018136?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/7616824179751018136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/baru-2716-hektar-lahan-sawit-yang-siap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/7616824179751018136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/7616824179751018136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/baru-2716-hektar-lahan-sawit-yang-siap.html' title='Baru 2.716 Hektar Lahan Sawit yang Siap Direvitalisasi'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-8076769598834966786</id><published>2009-03-24T18:38:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:40:19.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita riau terkini'/><title type='text'>Nigeria Tawarkan Lahan untuk Perkebunan Sawit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 24 Maret 2009 15:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Nigeria mengagumi kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Riau. Jika lahan di Riau sudah tidak mencukupi, negara Afrika tersebut siap menyediakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU- Delegasi kecil Pemerintah Nigeria melakukan kunjungan resmi ke Pemprov Riau, Selasa (24/3/09). Tujuan kunjungan tersebut untuk meningkatkan kerjasama antara Nigeria dan Indonesia yang sudah berjalan sangat bagus. kerjasama yang ingin ditingkatkan terutama sektor ekonomi dan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMD) Riau Feisal Komar Karim, delegasi Nigeria tersebut terdiri dari Wakil Dubes Nigeria untuk Indoensia bidang politik dan ekonomi AM Dankano beserta dua stafnya. Kepada delegasi tersebut pihak BPMPD memberikan gambaran mengenai potensi ekonomi dan investasi Riau secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain ingin melihat potensi ekonomi dan investasi kita, mereka juga menawarkan peluang investasi bagi pengusaha kita di Nigeria," ujar Feisal kepada riauterkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipaparkan Feisal, secara umum Nigeria dan Indoensia, khususnya Riau memiliki banyak kesamaan. Misalnya sama-sama merupakan daerah penghasil minyak dan gas. "Karena sama-sama merupakan pengahasil Migas, Nigeria menawarkan kita mengembangkan sumber energi terbaharui dengan bahan baku kelapa sawit," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dijelaskan bahwa potensi perkebunan kelapa sawit di Riau sudah tidak mungkin dikembangkan secara besar-besaran, mengingat ketersediaan lahan yang terbatas, pihak Nigeria langsung menawarkan lahan. "Mereka menawarkan ketersediaan lahan yang luas untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Terlebih, sesungguhnya kelapa sawit itu asalnya dari Afrika. Jadi secara iklim tidak ada masalah," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas tawaran tersebut, Feisal tidak bisa langusng memberi jawaban pasti dan berjanji akan menawarkan kepada pengusaha. Jika memang ada yang berminat, akan dijembatani untuk membuka lahan kelapa sawit di Nigeria.***(mad)&lt;br /&gt;http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=23487&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-8076769598834966786?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/8076769598834966786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/nigeria-tawarkan-lahan-untuk-perkebunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/8076769598834966786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/8076769598834966786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/nigeria-tawarkan-lahan-untuk-perkebunan.html' title='Nigeria Tawarkan Lahan untuk Perkebunan Sawit'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5867304187949049319.post-740026090774306864</id><published>2009-03-23T14:42:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T14:43:52.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Riau Pos'/><title type='text'>Dukung Industri Sawit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Senin, 23 Maret 2009 , 07:11:00&lt;br /&gt;Laporan GEMA SETARA, Pekanbaru&lt;br /&gt;Instruksi Wakil Presiden (Wapres) agar Kota Dumai segera dijadikan kawasan industri sawit, direspon cepat Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP. Melalui tim percepatan investasi yang telah dibentuk, Gubernur mengharapkan agar tim segera menyiapkan permintaan Wapres secara matang, dan target waktu dua tahun dari keinginan Wapres dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP di Pekanbaru kemarin mengatakan, intruksi Wapres tersebut harus segera ditindak lanjuti, karena itu Gubernur mengakui melalui tim percepatan investasi yang sudah dibentuk untuk segera mempersiapkannya secara matang dan mulai bekerja guna mencapai tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Iya, ini sangat penting sekali, bagi Riau kawasan itu diperlukan sekali, sehingga nanti Riau yang selama ini dikenal sebagai daerah perkebunan kelapa sawit tidak saja mengekspor dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) saja, akan tetapi bisa mengekspor dalam bentuk dan turunan CPO lainnya,’’ tutur Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, dalam pertemuan dengan gubernur Riau, bupati serta sejumlah camat di Riau baru-baru ini, Wapres telah menginstruksikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris untuk segera menyiapkan Riau sebagai kawasan industri kelapa sawit. Wapres memandang posisi Riau yang sangat strategis sangat layak dijadikan kawasan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan Gubernur, bagi Riau pendirian kawasan ini sangat diperlukan sekali dan sejalan dengan visi dan misi Riau, yang hendak menjadikan daerah ini sebagai kawasan perdagangan.(izl)&lt;br /&gt; http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=4445&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5867304187949049319-740026090774306864?l=sawitsumatera.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/feeds/740026090774306864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/dukung-industri-sawit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/740026090774306864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5867304187949049319/posts/default/740026090774306864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sawitsumatera.blogspot.com/2009/03/dukung-industri-sawit.html' title='Dukung Industri Sawit'/><author><name>SAWITSUMATERA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02995197430529789537</uri><email>anaknegeri.andalas@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00419816472220579805'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>